Powered By Blogger

Senin, 14 Mei 2012

draft penelitian


Pengaruh penerapan aplikasi SIMDA terhadap efektifitas pembuatan laporan keuangan pada SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di kabupaten Donggala
Rian Risendy C 301 07 013

Dalam rangka mendukung terwujudnya good governance dan penyelenggaraan otonomi daerah, perlu diselenggarakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam undang undang. 
Undang undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara mewajibkan pemerintah daerah dan satuan kerja perangkat daerah selaku pengguna anggaran untuk menyusun laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. Laporan keuangan berupa neraca, laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan harus disajikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. 
Untuk itu, pemerintah daerah memerlukan sistem yang dapat menghasilkan laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya secara lebih komprehensif yang meliputi informasi mengenai posisi keuangan daerah, kondisi kinerja keuangan, dan akuntabilitas pemerintah daerah. Sistem  tersebut juga harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri  nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 
Pemerintah daerah saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi.Untuk dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang dimuliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem yang baru dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan barang daerah..
Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah telah menetapkan visi organisasi yakni menjadi katalisator bagi kesuksesan otonomi daerah melalui pengawasan profesional di bidang penyelenggaraan keuangan daerah,  dengan salah satu misinya yaitu mendorong dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas sistem penyelenggaraan keuangan daerah. Dalam rangka melaksanakan misi tersebut maka dilakukan kegiatan penyusunan sistem pengelolaan keuangan daerah berbasis teknologi informasi yang dapat
membantu pemerintah daerah dalam menghasilkan informasi keuangan yang relevan, cepat, akurat, lengkap dan dapat diuji kebenarannya. Pengembangan teknologi informasi sebagai pendukung sistem pengelolaan keuangan telah dilakukan dengan membuat program aplikasi keuangan  daerah yaitu Program Aplikasi SIMDA versi 2.1 sebagai penyempurnaan dari versi sebelumnya, yaitu SIMDA 2,0.
Dari penyempurnaan aplikasi ini pemerintah daerah harus siap dari segala sarana dan prasarananya, untuk dapat menyesuaikan dan sejajarkan dengan aplikasi yang terbaru ini. Sehingga Aplikasi ini dapat digunakan secara keseluruhan di dalam SKPD suatu pemerintah daerah. Diharapkan semua karyawan atau pegawai pada bidangnya siap dengan enyempurnaan aplikasi ini.
Program Aplikasi Komputer SIMDA versi 2.1. adalah suatu program aplikasi yang ditunjukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerahnya. Dengan aplikasi ini, Pemda dapat melaksanakan pengelolaan keuangan daerahnya secara terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penatausahaan hingga akuntansi dan pelaporannya. Dengan demikian output dari aplikasi ini sebagai berikut :
1.     Penganggaran : Rencana Kerja Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), APBD beserta perubahanya, dan Surat Penyediaan Dana (SPD)
2.     Penatausahaan : Surat Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), Surat Tanda Setoran (STS), beserta register-register, dan formulir-formulir pengendalian lainya.
3.      Akuntansi dan Pelaporan : Jurnal, Buku Besar, Buku Pembantu, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca.
Berdasarkan output poin ke 3 dapat dilihat aplikasi SIMDA dapat menghasilkan laporan berupa laporan keuangan, hal inilah yang yang akan menjadi pertanyaan apakah aplikasi ini efektif dalam pembuatan laporan keuangan daerah khususnya pada kabupaten Donggala yang baru berdiri sejak tahun 1952



Operasional variabel
Adapun variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen : penerapan aplikasi SIMDA (X) dan sebagai variabel dependen adalah Efektifitas pembuatan laporan keuangan (Y) pada SKPD kabupaten Donggala

Metode penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mengunakan metode penelitian verifikatif, dengan mengunakan peralatan statistik pada analisis regresi berganda dan persamaannya sebagai berikut :
Yi = a + b1 X1 + ............ + ei
Keterangan
Yi = penerapan aplikasi SIMDA
X = efektifitas pembuatan laporan keuangan
a = parameter konstanta
b = parameter koefisien regresi
ei = kesalahan random
Analisis regresi berganda ditujukan untuk mengetahui variabel yang mempengaruhi efektifitas pembuatan laporan keuangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar