Pengaruh penerapan
aplikasi SIMDA terhadap efektifitas pembuatan laporan keuangan pada SKPD
(satuan kerja perangkat daerah) di kabupaten Donggala
Rian Risendy C 301 07
013
Dalam rangka
mendukung terwujudnya good governance dan penyelenggaraan otonomi
daerah, perlu diselenggarakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional,
terbuka dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan
dalam undang undang.
Undang undang Nomor
17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang Undang No 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara mewajibkan pemerintah daerah dan satuan kerja perangkat
daerah selaku pengguna anggaran untuk menyusun laporan keuangan sebagai
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. Laporan keuangan berupa neraca,
laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan
harus disajikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan.
Untuk itu, pemerintah
daerah memerlukan sistem yang dapat menghasilkan laporan keuangan dan informasi
keuangan lainnya secara lebih komprehensif yang meliputi informasi mengenai
posisi keuangan daerah, kondisi kinerja keuangan, dan akuntabilitas pemerintah
daerah. Sistem tersebut juga harus
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pemerintah
daerah saat ini telah dituntut untuk bisa menghasilkan Laporan Pertanggungjawaban
(LPJ) yang memiliki nilai akuntabilitas dan transparansi yang tinggi.Untuk
dapat menghasilkan LPJ tersebut tentunya memerlukan sarana dan prasarana yang
memadai, disertai dengan pembelajaran terhadap sumber daya manusia yang
dimuliki oleh pemerintah daerah agar dapat memahami dan melaksanakan sistem
yang baru dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan barang daerah..
Deputi Pengawasan
Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah telah menetapkan visi organisasi yakni
menjadi katalisator bagi kesuksesan otonomi daerah melalui pengawasan
profesional di bidang penyelenggaraan keuangan daerah, dengan salah satu misinya yaitu mendorong dan
memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas sistem penyelenggaraan keuangan
daerah. Dalam rangka melaksanakan misi tersebut maka dilakukan kegiatan
penyusunan sistem pengelolaan keuangan daerah berbasis teknologi informasi yang
dapat
membantu pemerintah
daerah dalam menghasilkan informasi keuangan yang relevan, cepat, akurat,
lengkap dan dapat diuji kebenarannya. Pengembangan teknologi informasi sebagai
pendukung sistem pengelolaan keuangan telah dilakukan dengan membuat program
aplikasi keuangan daerah yaitu Program
Aplikasi SIMDA versi 2.1 sebagai penyempurnaan dari versi sebelumnya, yaitu
SIMDA 2,0.
Dari penyempurnaan
aplikasi ini pemerintah daerah harus siap dari segala sarana dan prasarananya,
untuk dapat menyesuaikan dan sejajarkan dengan aplikasi yang terbaru ini.
Sehingga Aplikasi ini dapat digunakan secara keseluruhan di dalam SKPD suatu
pemerintah daerah. Diharapkan semua karyawan atau pegawai pada bidangnya siap
dengan enyempurnaan aplikasi ini.
Program
Aplikasi Komputer SIMDA versi 2.1. adalah suatu program aplikasi yang ditunjukan
untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerahnya. Dengan
aplikasi ini, Pemda dapat melaksanakan pengelolaan keuangan daerahnya secara
terintegrasi, dimulai dari penganggaran, penatausahaan hingga akuntansi dan
pelaporannya. Dengan demikian output dari aplikasi ini sebagai berikut :
1. Penganggaran : Rencana
Kerja Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), APBD beserta
perubahanya, dan Surat Penyediaan Dana (SPD)
2. Penatausahaan : Surat
Permintaan Pembayaran (SPP), Surat Perintah Membayar (SPM), Surat Perintah
Pencairan Dana (SP2D), Surat Tanda Setoran (STS), beserta register-register,
dan formulir-formulir pengendalian lainya.
3. Akuntansi dan Pelaporan : Jurnal, Buku Besar,
Buku Pembantu, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca.
Berdasarkan output poin ke 3 dapat dilihat aplikasi
SIMDA dapat menghasilkan laporan berupa laporan keuangan, hal inilah yang yang
akan menjadi pertanyaan apakah aplikasi ini efektif dalam pembuatan laporan
keuangan daerah khususnya pada kabupaten Donggala yang baru berdiri sejak tahun
1952
Operasional variabel
Adapun variabel dalam
penelitian ini terdiri dari variabel independen : penerapan aplikasi SIMDA (X)
dan sebagai variabel dependen adalah Efektifitas pembuatan laporan keuangan (Y)
pada SKPD kabupaten Donggala
Metode
penelitian
Dalam
penelitian ini peneliti mengunakan metode penelitian verifikatif, dengan
mengunakan peralatan statistik pada analisis regresi berganda dan persamaannya
sebagai berikut :
Yi = a + b1 X1 +
............ + ei
Keterangan
Yi =
penerapan aplikasi SIMDA
X =
efektifitas pembuatan laporan keuangan
a =
parameter konstanta
b =
parameter koefisien regresi
ei =
kesalahan random
Analisis regresi berganda ditujukan untuk mengetahui variabel yang
mempengaruhi efektifitas pembuatan laporan keuangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar