PEMBAHASAN
A.
Definisi Kualitas
Kualitas
merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
pelanggannya. Terdapat tiga pendekatan dalam hal ini, yang pertama kualitas
berbasis pengguna dimana kualitas tergantung kepada audiensnya. Pendekatan ini
biasanya digunakan oleh orang pemasaran dan pelanggan. Yang kedua, kualitas
berbasis manufaktur yang biasanya diterapkan oleh manajer produksi. Dalam
pendekatan ini kualitas suatu barang berarti pemenuhan standar dan membuat
produk dengan benar sejak awal. Yang ketiga adalah kualitas itu berbasis produk
yang memandang bahwa kualitas sebagai variabel yang pesisi dan dapat dihitung.
B. Kualitas
dan Strategi
Arnold
Palmer Hospital menemukan bahwa kualitas merupakan obat kuat untuk memperbaiki
operasi. Mengelola kualitas membantu mambangun strategi diferensiasi, biaya
rendah, dan respon cepat sukses. Kualitas adalah faktor penentu keberhasilan
bagi perusahaan-perusahaan. Peningkatan kualitas membantu perusahaan
meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan meningkatkan
keuntungan. Peningkatan penjualan sering terjadi saat perusahaan mempercepat
respon mereka, merendahkan harga jual, dan meningkatkan reputasi mereka dengan
produk-produk yang berkualitas. Meningkatkan kualitas menurunkan biaya turun
karena perusahaan meningkatkan produktivitas dan menurunkan rework,
bahan yang terbuang, dan biaya garansi.
Perusahaan
dengan kualitas terbaik lima kali lebih produktif di bandingkan dengan kualitas
yang paling rendah. Kualitas yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara
keseluruhan. Namun dalam hal ini yang terpenting adalah membangun sebuah
organisasi yang dapat mencapai kualitas dan mempengaruhi organisasi secara
keseluruhan. Suatu strategi kualitas yang berhasil dimulai dengan lingkungan
organisasi yang membantu perkembangan kualitas yang berhasil dan diikuti oleh
pemahaman prinsip kualitas; upaya untuk melibatkan para pekerja dalam aktivitas
yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan kualitas.
C. Pengaruh
Kualitas
Kualitas
merupakan elemen yang penting dalam operasi, ada tiga alasan kualitas itu
penting, yaitu:
1.
Reputasi Perusahaan.
Kualitas akan muncul sebagai persepsi
tentang produk baru perusahaan, kebiasaan pekerjanya, dan hubungan pemasoknya.
2.
Kehandalan Produk.
Pengadilan terus berusaha menghukum
organisasi-organisasi yang merancang, memproduksi, atau mengedarkan produk atau
jasa yang penggunaannya mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan. Contohnya: Consumer
Product Safety Act.
3.
Keterlibatan global.
Kualitas adalah suatu perhatian
internasional. Produk-produk perusahaan yang akan bersaing di pasar
internasional harus memenuhi ekspetasi akan kualitas, desain, dan harganya
secara global.
D. Biaya
Kualitas
Adalah
biaya akibat melakukan hal yang salah, yaitu harga yang harus dibayar karena
tidak sesuai dengan standar. Ada empat kategori utama yang dikaitkan dengan
biaya kualitas, yaitu:
1.
Biaya Pencegahan
Biaya yang terkait dengan mengurangi
kemungkinan komponen atau jasa mengalami kerusakan. Contoh: pelatihan, program peningkatan
kualitas.
2.
Biaya Penaksiran
Biaya yang dikaitkan dengan proses
evaluasi produk, proses, komponen, dan jasa. Contoh: biaya pengujian,
laboraturium, dan pemriksa.
3.
Kegagalan internal
Biaya yang diakibatkan oleh produksi
komponen atau jasa yang rusak sebelum diantarkan ke pelanggan. Contoh: rework,
scrap, dan waktu tunggu akibat mesin rusak
4.
Biaya eksternal
Biaya yang terjadi setelah pengiriman
barang atau jasa yang cacat. Contoh: rework, barang yang dikembalikan,
kewajiban, kehilangan kepercayaan, dan biaya pada masyarakat.
Tiga
biaya pertama yang disebutkan diatas dapat diperkirakan, namun untuk biaya
eksternal sangat sulit untuk dihitung. Pada kondisi keseimbangan, biaya produk
yang berkualitas hanyalah sebagian dari keuntungan. Philip Crosby dan Genichi
berpendapat bahwa organisasi yang kalah adalah organisasi yang gagal berupaya
agresif di bidang kualitas.
E. Etika
dan Manajeman Kualitas
Bagi
seorang manajer operasi, memberikan produk dan jasa yang sehat, aman, dan
berkualitas kepada pelanggan adalah salah satu pekerjaan yang terpenting.
Kurangnya proses desain dan produksi, pengembangan produk-produk berkualitas
rendah tidak hanya mengakibatkan biaya produksi yeng lebih tinggi tetapi juga
dapat menimbulkan kecelakaan, tuntutan hukum, dan bertambahnya peraturan
pemerintah.
Jika
sebuah perusahaan yakin telah memperkenalkan sebuah produk yang layak
dipertanyakan, maka tindakan tanggung jawab harus didasari oleh perbuatan etis.
Sebuah perusahaan manufaktur harus menerima tangggung jawab untuk setiap produk
berkualitas rendah atau produk-produk yang terkontaminasi yang mereka pasarkan
kepada masyarakat.
- Ada banyak pihak berkepentingan yang terlibat dalam produksi dan pemasaran produk-produk berkualitas rendah, termasuk pemegang saham, para pekerja, pelangan, pemasok, distributor dan kreditor. Dalam hal etika, setiap perusahaan harus mengembangkan nilai inti yang menjadi panduan sehari-hari untuk semua orang.
F. Standar
Kualitas Internasional ISO 9000
Kualitas
secara global sangat penting sehingga dunia bersatu menciptakan kualitas, ISO
9000. ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM).
ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO,
yaitu organisasi internasional
di bidang standardisasi. ISO 9000 pertama kali dikeluarkan pada tahun 1987
oleh International Organization for Standardization Technical Committee (ISO/TC)
176. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem
manajemen mutu. ISO/TC 176 menetapkan siklus peninjauan ulang setiap lima
tahun, guna menjamin bahwa standar-standar ISO 9000 akan menjadi up to
date dan relevan untuk organisasi.
1. Prosedur
Sertifikasi ISO 9000
Untuk
memiliki sertifikat ISO 9000, suatu organisasi harus melalui proses selama 9
hingga 18 bulan yang mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian
lapangan, dan serangkaian audit yang terus berjalan terhadap produk atau jasa
yang dihasilkannya.
2. Manfaat
ISO 9000:
1.
Aspek Konsistensi Pelaksanaan dan
Pengawasan
- Memberikan pendekatan praktik yang sistematis untuk manajemen mutu.
- Memastikan konsistensi untuk memelihara mutu produk/jasa.
- Menetapkan kerangka kerja untuk proses peningkatan mutu lebih lanjut dengan membakukan proses guna memastikan konsistensi dan mampu menelusuri serta meningkatkan hubungan antar fungsi yang mempengaruhi mutu
- Aspek Pengendalian Pencegahan
- Menentukan secara jelas tanggung jawab dan wewenang dari personel kunci yang mempengaruhi mutu
- Mendokumentasikan prosedur secara baik dalam menjalankan operasi dan proses bisnis penyedia jasa atau pabrik/industri
- Menerapkan sistem dokumentasi yang efektif melalui mekanisme audit mutu internal dan tinjauan manajemen yang berkelanjutan
- Aspek Pertumbuhan dan Pengembangan
- Sebagai sarana pemasaran
- Dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen/pelanggan
- Dapat meningkatkan citra dan daya saing perusahaan
- Dapat meningkatkan produktifitas mutu jasa/produk
- Dapat memberikan pelatihan yang sistematik kepada staf melalui prosedur dan instruksi yang baik
- Mengantisipasi tuntutan konsumen atas mutu produk dan tingkat persaingan bersama
- Sebagai dasar/pondasi yang mantap untuk pengembangan mutu selanjutnya menuju manajemen mutu terpadu
3. Prinsip
Manajemen Mutu ISO 9000
a. Prinsip
Fokus Pada Pelanggan
Organisasi tergantung pada pelanggan
mereka. Karena itu, manajemen organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan
sekarang dan akan datang, harus memenuhi kebutuhan pelanggan dan giat berusaha
melebihi harapan pelanggan.
b. Prinsip
Kepemimpinan
Pimpinan puncak organisasi menetapkan
kesatuan tujuan dan arah dari organisasi. Mereka harus menciptakan dan
memelihara lingkungan internal agar orang-orang dapat menjadi terlibat secara
penuh dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
c. Prinsip
Pelibatan Orang
Orang pada semua tingkat merupakan
faktor yang sangat penting dari suatu organisasi dan keterlibatan mereka secara
penuh akan memungkinkan kemampuan mereka digunakan untuk manfaat organisasi.
d. Prinsip
Pendekatan Proses
Suatu hasil yang diinginkan akan
tercapai secara lebih efisien, apabila aktivitas dan sumber-sumber daya yang
berkaitan dikelola sebagai suatu proses. Suatu proses mengubah masukan (input)
terukur kedalam keluaran (output) terukur melalui sejumlah langkah berurutan
yang terorganisasi.
e. Prinsip
Pendekatan Sistem Pada Manajemen
Pengidentifikasian, pemahaman dan
pengelolaan dari proses-proses yang saling berkaitan sebagai suatu sistem akan
memberikan kontribusi pada efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai
tujuan-tujuannya.
f. Prinsip
Perbaikan Berkesinambung
Perbaikan berkesinambung dari kinerja
organisasi secara keseluruhan harus menjadi tujuan tetap dari organisasi.
Perbaikan berkesinambung didefinisikan sebagai suatu proses yang berfokus pada
upaya terus-menerus meningkatkan efektivitas dan/atau efisiensi organisasi
untuk memenuhi kebijakan dan tujuan dari organisasi itu. Perbaikan
berkesinambung membutuhkan langkah-langkah konsolidasi yang progresif, merespon
perkembangan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan sehingga akan menjamin suatu
evolusi dinamis dari sistem manajemen mutu.
g. Prinsip
Pendekatan Fakta Pada Pengambilan Keputusan
Keputusan yang efektif adalah yang
berdasarkan pada analisis data dan informasi untuk menghilangkan akar penyebab
masalah, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan
efisien. Keputusan manajemen organisasi sebaiknya ditujukan untuk meningkatkan
kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu.
h. Prinsip
Hubungan Yang Saling Menguntungkan Dengan Pemasok
Suatu organisasi dan pemasoknya adalah
saling tergantung, dan suatu hubungan yang saling menguntungkan akan
meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah.
ISO
memperbaharui standarnya pada tahun 2000 menjadi lebih seperti sistem manajemen
kualitas yang lebih terperinci dan disebut ISO 9001:2000.
ISO
14000
Proses
internasionalisasi kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO
14000. ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima
elemen pokok: manajemen lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan
penilaian siklus hidup.
Standar
baru ini memiliki beberapa kelebihan:
·
Citra publik yang positif dan ekspos
yang berkurang terhadap kewajibannya
·
Pendekatan sistematis yang baik untuk
pencegahan polusi melalui minimalisasi dampak ekologis dari produk dan
aktivitas perusahaan
- Ketaatan dengan persyaratan peraturan dan peluang untuk mendapatkan keunggulan bersaing
- Berkurangnya kebutuhan untuk melakukan audit majemuk
Sertifikasi
ISO 14000
Agar
suatu organisasi dianugerahi ISO 14000 mereka harus diaudit secara eksternal
oleh badan audit yang telah terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi
oleh ANSI-ASQ, Badan Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan
Akreditasi Nasional di Irlandia.
Manfaat
ISO 14000:
- Pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien dalam organisasi
- Untuk menyediakan peralatan yang berguna dan bermanfaat dan fleksibel sehingga mencerminkan organisasi yang baik.
- Dapat mengidanfikasi, memperkirakan dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
- Dapat menekan biaya produksi, dapat mengurangi kecelakan kerja, dapat memelihara hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah dan pihak – pihak yang peduli terhadap lingkungan.
- Memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak terhadap lingkungan.
- Dapat meningkat citra perusahaan,meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperbesar pangsa pasar.
- Menunjukan ketaatan perusahaan terhadap perundang – undangan yang berkaitan dengan lingkungan.
- Mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
- Dapat meningkatakan otivasi para pekerja.
Prinsip
Pokok Elemen ISO 14000
a.
Prinsip Pertama
Organisasi harus menetapkan kebijakan
lingkungan dan memastikan memiliki komitmen terhadap SML
b.
Prinsip Kedua
Organisasi harus menyusun rencana untuk
menaati kebijakan lingkungan yang ditetapkan sendiri.
c.
Prinsip Ketiga: Implementasi dan
Operasi
Agar terlaksana dengan efektif,
organisasi harus mengembangakan kemampuan dan mekanisme pendukung yang
diperlukan untuk menaati kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran manajemen.
d.
Prinsip keempat: pemeriksaan dan koralasi
Organisasi harus memeriksa, memantau
dan mengorelasi kinerja lingkungan.
e.
Prinsip kelima: kaji ulang manajemen
Organisasi harus mengkaji ulang dan
terus menerus memperbaiki standart manajemen lingkungan dengan maksud untuk
menyempurnakan kinerja lingkunga yang telah dicapai.
H. TOTAL
QUALITY MANAGEMENT (TQM)
Total
Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan kualitas
yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM
menekankan komitmen manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang ingin
terus meraih keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa penting bagi
pelanggan. Ada beberapa elemen bahwa sesuatu dikatakan berkualitas, yaitu
1.
Kualitas meliputi usaha memenuhi atau
melebihi harapan pelanggan
2.
Kualitas mencakup produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan
3.
Kualitas merupakan kondisi yang selalu
berubah (apa yang dianggap berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang
berkualitas pada saat yang lain).
4.
Kualitas merupakan suatu kondisi
dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
yang memenuhi atau melebihi harapan.
Manfaat
Program TQM
TQM
sangat bermanfaat baik bagi pelanggan, institusi, maupun bagi staf organisasi.
Manfaat
TQM bagi pelanggan adalah:
1.
Sedikit atau bahkan tidak memiliki
masalah dengan produk atau pelayanan.
2.
Kepedulian terhadap pelanggan lebih
baik atau pelanggan lebih diperhatikan.
3.
Kepuasan pelanggan terjamin.
Manfaat
TQM bagi institusi adalah:
1.
Terdapat perubahan kualitas produk dan
pelayanan
2.
Staf lebih termotivasi
3.
Produktifitas meningkat
4.
Biaya turun
5.
Produk cacat berkurang
6.
Permasalahan dapat diselesaikan dengan
cepat.
Manfaat
TQM bagi staf Organisasi adalah:
1.
Pemberdayaan
2.
Lebih terlatih dan berkemampuan
3.
Lebih dihargai dan diakui
Manfaat
lain dari implementasi TQM yang mungkin dapat dirasakan oleh institusi di masa
yang akan datang adalah:
1)
Membuat institusi sebagai pemimpin (leader) dan bukan hanya sekedar pengikut
(follower)
2)
Membantu terciptanya tim work
3)
Membuat institusi lebih sensitif terhadap kebutuhan pelanggan
4)
Membuat institusi siap dan lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan
5)
Hubungan antara staf departemen yang berbeda lebih mudah
Tujuh
konsep program TQM yang efektif yaitu perbaikan berkesinambungan, Six Sigma,
pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time (JIT), konsep Taguchi, dan
pengetahuan perangkat TQM
- a. Perbaikan Berkesinambungan
TQM
membutuhkan perbaikan berkesinambungan yang tidak pernah berhenti yang mencakup
orang, peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur. Dasar filosofi ini adalah
setiap aspek dari operasi perusahaan dapat diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah
kesempurnaan yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu diupayakan.
Plan-Do-Check-Act
Walter
Shewhart, pelopor manajemen kualitas, mengembangkan sebuah model lingkaran yang
dikenal sebagai PDCA (plan, do, check, act) yang menurutnya adalah suatu
perbaikan berkesinambungan versinya sendiri.
- Six Sigma
Six
sigma adalah program untuk menghemat waktu, meningkatkan kualitas, dan
menurunkan biaya. Six sigma juga merupakan sebuah sistem yang menyeluruh yaitu
suatu strategi karena berfokus pada kepuasan pelanggan total, disiplin karena
mengikuti six sigma improvement model formal, dan sekumpulan perangkat (lembar
perangkat, diagram sebab-akibat, diagram pareto, diagram alir, histogram, dan
statistical process control/SPC) untuk memperoleh dan mempertahankan kesuksesan
dalam bisnis.
Metodologi
Six Sigma
Untuk
melakukan peningkatan terus menerus menuju target Six
Sigma dibutuhkan suatu pendekatan yang sistematis, berdasarkan ilmu
pengetahuan dan fakta (systematic, scientific and fact based)dengan
menggunakan peralatan, pelatihan dan pengukuran sehingga ekspektasi dan
kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi (Simon, 2005). Saat ini terdapat dua
pendekatan yang biasa digunakan dalam Six Sigma, yaitu :
1. DMAIC
(Define, Measure, Analyze, Improve and Control)
Metodologi DMAIC digunakan
saat sudah terdapat produk atau proses di perusahaan, namun belum dapat
mencapai spesifikasi yang ditentukan oleh pelanggan.
- Define, menentukan tujuan proyek dan ekspektasi pelanggan.
- Measure, mengukur proses untuk dapat menentukan kinerja sekarang atau sebelum mengalami perbaikan.
- Analyze, menganalisa dan menentukan akar permasalahan dari suatu cacat atau kegagalan.
- Improve, memperbaiki proses menghilangkan atau mengurangi jumlah cacat atauu kegagalan.
- Control, mengawasi kinerja proses yang akan datang setelah mengalamai perbaikan.
2. DMADV
(Define, Measure, Analyze, Design and Verify)
Metodologi DMADV dapat
digunakan pada tempat / perusahaan yang belum terdapat produk maupun proses
atau pada perusahaan yang sudah memiliki produk maupun proses dan sudah
dilakukan optimisasi (menggunakan DMAIC ataupun metode yang lain)
namun tetap saja tidak bisa mencapai level spesifikasi yang ditetapkan
berdasarkan pelanggan atau sigma level.
- Define, menentukan tujuan proyek
- Measure, mengukur dan memutuskan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.
- Analyze, menganalisa beberapa proses pilihan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
- Design, merancang proses secara terperinci yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
- Verify, menguji kemampuan dan kekuatan hasil rancangan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
c.
Pemberdayaan Pekerja
Pemberdayaan
pekerja berarti melibatkan pekerja pada setiap langkah proses produksi. Secara
konsisten, literatur bisnis menyatakan 85% permasalahan kualitas terletak pada
bahan dan proses, bukan pada kinerja pekerja. Oleh karena itu, tugas yamg
diperlukan adalah merancang peralatan dan proses yang dapat memproduksi
kualitas yang diinginkan.
Saat
terjadi ketidakcocokan kualitas, kesalahannya jarang terletak pada para
pekerja. Entah produknya dirancang dengan salah atau pekerjanya tidak dilatih
dengan benar. Walaupun pekerja dapat membantu menyelesaikan masalah, jarang
terjadi kasus dimana pekerja yang menyebabkan masalah tersebut.
Teknik
untuk memberdayakan pekerja yaitu :
- Membina jaringan komunikasi yang melibatkan pekerja
- Membentuk para penyelia yang bersikap terbuka dan mendukung
- Memindahkan tanggung jawab dari manajer dan tsaf kepada para pekerja di bagian produksi
- Membangun organisasi yang memiliki moral yang tinggi
- Menciptakan struktur organisasi formal sebagai tim-tim dan lingkaran-lingkaran kualitas
d.
Benchmarking
Benchmarking
merupakan pemilihan standar kinerja yang mempresentasikan kinerja terbaik dari
suatu proses atau aktivitas. Benchmarking meliputi pemilihan standar produk,
jasa, biaya atau kebiasaan yang mewakili suatu kinerja terbaik dari proses atau
aktivitas serupa dengan proses atau aktivitas Anda. Langkah menetapkan
benchmark antara lain:
- Menetapkan apa yang akan dijadikan benchmark
- Membentuk tim benchmark
- Mengidentifikasi mitra-mitra benchmark
- Mengumpulkan dan menganalisis informasi benchmark
- Mengambil tindakan untuk menyamai atau melebihi benchmark
Ukuran-ukuran
kinerja khusus yang digunakan dalam benchmark meliputi persentase cacat, biaya
per unit atau per pesanan, waktu proses per unit, waktu respon layanan, imbal
hasil investasi, tingkat kepuasan pelanggan, dantingkat ingatan pelanggan.
Benchmarking
internal dilakukan saat sebuah organisasi cukup
dan memiliki bayak divisi atau unit bisnis. datanya biasanya jauh lebih mudah
diakses daripada data dari luar perusahaan luar dan terdapat suatu unit
internal yang memiliki kinerja lebih tinggi dan dapat diteladani.
e.
Just in Time (JIT)
Konsep
JIT diadakan untuk perbaikan berkesinambungan dan penyelesaikan masalah. Dalam
konsep JIT, barang diproduksi dan diantarkan saat mereka dibutuhkan (saat ada
permintaan). JIT berkaitan dengan kualitas dalam tiga hal:
- JIT memangkas biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi persediaan dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung dengan persediaan yang ada. Dengan penerapan JIT berarti hanya terdapat sedikit persediaan, biayanya juga lebih rendah. Selain itu, persediaan menyembunyikan kualitas yang buruk.
- JIT meningkatkan kualitas. Karena mempersingakat lead time, JIT juga menjaga bukti kesalahan tetap baru dan membatasi jumlah sumber kesalahan yang potensial. Oleh karena itu, JIT menciptakan sebuah sistem peringatan akan adanya permasalahan kualitas, baik dalam perusahaan maupun dengan para penjual.
- Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit, serta sistem JIT yang lebih baik dan mudah digunakan. Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi kinerja produksi yang buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat diandalkan. Jika kualitasnya konsisten, maka JIT membuat perusahaan dapat mengurangi semua biaya yang terkait pada persediaaan.
f.
Konsep Taguchi
Genichi
Taguchi memberikan tiga konsep yang bertujuan memperbaiki kualitas produk dan
proses, yaitu ketangguhan kualitas (quality robustness), fungsi kerugian
kualitas (quality loss function-QLF) dan kualitas berorientasi sasaran (target-oriented
quality)
Produk
berkualitas tangguh (quality robust) adalah produk yang dapat diproduksi
secara beragam dan konsisten dalan segala kondisi manufaktur dan lingkungan
yang kurang baik dan bukan menghilangkan penyebabnya. Taguchi menyarankan bahwa
menghilangkan pengaruh biasanya lebih murah daripada menghilangkan penyebab,
dan lebih efektif dalam memproduksi produk yang tangguh. Dengan cara ini,
variasi kecil dalam bahan dan proses tidak akan mengganggu kualitas produk.
Quality
loss function (QLF) mengidentifikasikan semua biaya
yang berkaitan dengan kualitas rendah dan menunjukan bagaimana biaya ini
meningkat jika kualitas produk semakin jauh dengan keinginan pelanggan.
Biaya ini tidak hanya meliputi ketidakpuasan pelanggan, tetapi juga biaya
garansi dan jasa, biaya pemeriksaan internal, perbaikan, scrap, dan biaya-biaya
yang dianggap sebagai biaya bagi masyarakat. Kualitas berorientasi sasaran
(target-oriented quality) merupakan sebuah filosofi perbaikan terus menerus
untuk membuat kualitas produk tepat sesuai dengan sasaran.
2.4
Perangkat TQM
- Lembar periksa, adalah suatu formulir yang dirancang untuk mencatat data. Karakteristik
- Data dapat dicatat dengan mudah
- Data dapat dipahami dengan mudah
- Mencegah terjadinya data hilang (missing data)
- Dapat menentukan sumber persoalan
- Memungkinkan pemecahan persoalan dengan cepat
- Dipakai untuk memeriksa beberapa item secara bersamaan
- Memungkinkan pengklasifikasian/penstrataan data
- Diagram sebar, menunjukkan hubungan antara dua pengukuran.
Langkah-langkah
pembuatan Diagram Tebar
- Langkah 1: Kumpulkan data dan masukkan dalam table
- Langkah 2: Gambarkan sumbu tegak dan sumbu datar beserta skala dan keterangannya
- Langkah 3: Gambarkan titik-titik koordinat data tersebut
- Diagram sebab-akibat (diagram Ishikawa/diagram tulang ikan), adalah sebuah teknik skematik yang digunakan untuk mengetahu letak-letak masalah kualitas yang mungkin.
Manfaat:
- Mengorganisasikan dan menghubungkan faktor-faktor
- Sebagai sarana untuk urun pendapat (brainstorming)
- Melibatkan setiap orang yang terkait
Kekurangan:
- sangat kompleks
- Memerlukan dedikasi dan kesabaran
- Bisa jadi sulit dalam memfasilitasinya
- Diagram pareto, adalah sebuah metode untuk metode untuk mengelola kesalahan, masalah, atau cacat guna membantu memusatkan perhatian untuk upaya penyelesaian masalahnya. Prosedur:
- Tetapkan klasifikasi data
- Tentukan kerangka waktu
- Kumpulkan data
- Rangking penyebab-penyebab (causes)
- Bangun Tabel
- Gambarkan Histogram
- Diagram alir (flow chart), diagram kotak yang secara grafis menggambarkan sebuah proses atau sistem. Manfaat:
- Untuk memahami proses
- Mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan
- Membantu pekerja untuk mengetahui, dimana posisi mereka di dalam proses
- Membangkitkan dukungan melalui partisipasi
- Histogram
Histogram
merupakan alat yang menggambarkan penyebaran distribusi frekuensi, yaitu
pengaturan data berdasarkan magnitude, berupa grafik balok. Balok-balok yang
terdapat dalam histogram dihasilkan dari persamaan sturge yang memberikan
jumlah kelas-kelas data yang terdapat dalam grafik histogram setelah kita
mendapatkan perkiraan jumlah kelas, dapat diperoleh interval kelas dengan
membagi range data dengan jumlah kelas yang diperoleh.
Statistical
Process Control (SPC) atau Pengendalian Proses
Statistikal adalah seperangkat alat pemecahan masalah yang baik, berguna dalam
mencapai stabilitas proses dan memperbaiki kapabilitas melalui pengurangan
variabilitas.
2.5
Peranan Inspeksi
Peranan
Inspeksi
Sebuah
sistem operasi yang baik mempunyai suatu pengendalian atas proses yang
dilakukan. Tugas manajemen operasi bukan hanya membuat sistem-sistem, namun
juga memastikan sistem tersebut memenuhi standar dengan inspeksi. Inspeksi ialah
suatu cara memastikan operasi telah mencapai kualitas yang diharapkan.
Inspeksi
meliputi pengukuran, perasaan, perabaan, penimbangan, atau pemeriksaan produk
dengan tujuan menemukan proses yang buruk sesegera mungkn. Perlu diingat,
inspeksi tidak memperbaiki kekurangan dalam sistem atau atau cacat pada produk
atau mengubah suatu produk dan meningkatkan nlainya. Inspeksi hanya berfungsi
menemukan kekurangan atau cacat.
Inspeksi
utamanya berfokus pada dua masalah besar, yaitu (1) Kapan inspeksi dilakukan
dan (2) Dimana inspeksi dilakukan. Memutuskan kapan dan dimana
inspeksi dilakukan bergantung pada jenis proses dan nilai tambah pada setiap
tahap. Inspeksi dapat dilakukan pada salah satu tuitik berikut:
- Di pabrik pemasok saat pemasok melakukan proses produksi
- Saat menerima produk dari pemasok (supplier)
- Sebelum melakukan proses yang mahal dan tidak dapat dikembalikan
- Selama tahap-tahap proses produksi
- Saat produk selesai dibuat
- Sebelum pengantaran ke konsumen
- Pada titik kontak dengan pelanggan
Meski
begitu, inspeksi bukanlah solusi sempurna yang tidak memiliki kekurangan. Pada
suatu percobaan, 110 produk cacat digabungkan dengan lot produk yang sempurna
kemudian dilakukan inspeksi. Hasilnya, pada inspeksi pertama, pengawas hanya
menemukan 68 barang cacat, tiga kali tahap inspeksi untuk menemukan 30 barang
cacat berikutnya, dan 2 barang cacat tidak pernah ditemukan. Karena itu, proses
yang baik dan pemberdayaan pekerja merupakan solusi yang lebih baik daripada
melakukan inspeksi.
Inspeksi
terbaik adalah inspeksi yang dilakukan pada sumber produksi. Hal ini disebut
inspeksi sumber. Idenya adalah setiap pemasok, proses, dan pekerja
memperlakukan langkah berikutnya dalam proses sebagai pelanggan sehingga
memastikan produknya tiba dengan sempurna di pelanggan sebenarnya.
Inspeksi
dapat dibantu dengan dengan penggunaan daftar periksa dan pengendalian seperti
perangkat yang aman dari kesalahan yanag disebut poka-yoke. Poka-yoke
adalah alat atau teknik bebas kesalahan yang memastikan produksi produk
yang baik setiap saat. Contohnya mulut selang pompa bensin, ukuran standar
kartos kentang gorang di McDonald’s, dan perlatan paket operasi di rumah sakit.
Pada
organisasi berorientasi jasa, titik inspeksi ditetapkan pada lokasi yang luas.
Inspeksi terbagi dua berdasarkan karakteristik kualitas. Inspeksi atribut
adalah inspeksi yang menggolongkan barang cacat atau baik tanpa mencantumkan
keterangan derajat kecatatan. Inspeksi variabel adalah inspeksi yang
menggolongkan barang ke dalam suatu kontinum seperti dimensi, ukuran, berat,
kecepatan, dan kekuatan.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Dari
pembuatan makalah ini kami dapat mengambil kesimpulan antara lain: Kualitas
merupakan kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
pelanggannya. Total Quality Management (TQM) mengacu pada penekanan
kualitas yang meliputi organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga
pelanggan. Tujuh konsep program TQM yang efektif yaitu perbaikan
berkesinambungan, Six Sigma, pemberdayaan pekerja, benchmarking, just-in-time
(JIT), konsep Taguchi, dan pengetahuan perangkat TQM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar